BAGAIMANA MERAIH SIKAP SANTUN?

Kalau sikap santun ini bukan merupakan tabi’at dan pembawaan seseorang, namun ia tetap bisa di dapatkan melaui latihan dan kesabaran.
Mu’awiyah berkata: “Tidak ada kesantunan kecuali dengan latihan.”
Dari Abu Ad-Darda ra ia berkata:”Sesungguhnya ilmu itu di dapatkan melalui belajar dan sesungguhnya kesantunan itu di dapatkan melalui latihan. Barang siapa berusaha mencari kebaikan, niscaya dia mendapatkannya. Barangsiapa berusaha menjauhi keburukan, niscaya ia bisa menjauhinya.”
Orang-orang takjub kepada kesantunan Al-Ahnaf bin Qais, maka ia berkata kepada mereka,” Sesungguhnya aku merasakan apa yang kalian rasakan, akan tetapi aku penyabar.”
Ibnu Hibban berkata:” Orang yang berakal hars bersikap santun kepada semua manusia, bila hal itu terasa sulit, maka hendaknya ia melatih diri, karna dengan itu ia bisa menginjakkan telapak kakinya pada anak tangga kesantunan.”
إِحْفَظْ لِسَانَكَ اِنْ لَقِيْتَ مُشَا تَمًا
لاَتَجْرِيَنَّ مَعَ اللَّئِيْمِ إِذَاجَرَى
مَنْ يَشْتَرِيْ عِرْضَ اللَّئِيْمِ بِعِرْضِهِ
يَحْوِيْ النَّدَا مَةَ حِيْنَ يَقْبِضُ مَااشْتَرَى
Jagalah lisanmu bila kamu bertemu pencela.
Jangan berlari bersama orang yang buruk bila ia berlari.
Siapa yang membeli kehormatan orang tercela dengan kehormatannya.
Niscaya ia merasakan penyesalan saat ia menerima apa yang ia beli.
Maka wajib bagi orang yang berakal, saat ia marah dan amarahnya memuncak untuk mengingat banyaknya kesantunan Allah kepadanya, Padahal ia terus menerus tiada henti melanggar aturan-aturan Allah dan menerobos batasan-batasannya, kemudian ia bersikap santun sehingga marahnya tidak membuatnya masuk ke lingkaran sebab-sebab kemaksiatan.
0 Response to "BAGAIMANA MERAIH SIKAP SANTUN?"
Posting Komentar